Jombang, 27 Agustus 2026 – Puncak perhelatan tertinggi Nahdlatul Ulama (NU), Muktamar ke-35, yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, berlangsung dengan penuh khidmat dan sukses. Ketua Pelaksana (OC) Muktamar, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melaporkan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan lancar berkat dukungan dan kerja keras semua pihak, mulai dari panitia, santri, hingga masyarakat luas.

Kesuksesan ini mendapat apresiasi khusus dari salah satu Kader NU, KH. Muzayin HM, M.Pd. Dalam wawancara bersama pewawancara Muhammad Mafatihul Falah, Kiai Muzayin menyatakan bahwa kelancaran acara ini adalah bukti nyata kekuatan ukhuwah dan semangat gotong royong warga Nahdliyin. "Muktamar ini bukan hanya tentang suksesnya acara, tapi bagaimana kita semua bersatu, terutama dalam persiapan yang sangat singkat, hanya sekitar 50 hari," ujar Kiai Muzayin.

Beliau juga menyoroti inovasi modern yang dipadukan dengan nilai-nilai tradisional pesantren. "Penggunaan teknologi berbasis chip dan AI yang dikembangkan langsung oleh para santri untuk mengelola data dan pergerakan peserta adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa NU tidak gagap teknologi dan terus beradaptasi dengan zaman," .

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi membuka muktamar juga menyampaikan optimismenya terhadap kebangkitan Indonesia dan memuji peran historis NU dalam perjuangan kemerdekaan. Kehadiran beliau semakin menambah semarak dan kemuliaan acara ini . Dengan segala persiapan yang matang dan semangat kebersamaan yang tinggi, Muktamar ke-35 NU berhasil menjadi muktamar pertama di abad kedua NU yang berkesan dan penuh keberkahan.